DENPASAR, KOMPAS.com - Aparat Polres Bangli menemukan kadar Methanol sebesar 9,02 persen di dalam arak maut yang menewaskan 3 warga Desa Katung, Kintamani, Bangli dan meracuni puluhan warga lainnya. Sampai saat ini, polisi masih menyelidiki asal usul arak yang mematikan tersebut.
"Dari hasil pemeriksaan barang bukti berupa sisa minuman yang diperoleh di TKP diduga korban meninggal dunia akibat mengonsumsi arak, sudah dicampur dengan zat lain sehingga mengandung kadar methanol 9,02 persen," ujar Kasubbag Humas Polres Bangli AKP Dewa Nyoman Rai kepada wartawan, Rabu (5/9/2012).
Berdasarkan pemeriksaan Labfor, kadar Methanol sebanyak itu dapat menyebabkan kematian jika dikonsumsi cukup banyak. Dari 7 TKP pesta arak, polisi menemukan ratusan liter arak sisa pesta yang berujung maut tersebut.
Selain pemeriksaan barang bukti, polisi secara intensif mendalami keterangan saksi dari pihak keluarga maupun korban selamat untuk menelusuri asal arak maut tersebut.
Seperti diberitakan, puluhan warga Desa Katung, Bangli menderita keracunan arak Methanol usai pesta miras merayakan Hari Raya Galungan, pekan lalu. Sejak Sabtu (1/9/2012) sebanyak 45 korban keracunan arak Methanol berdatangan ke RSUP Sanglah, Denpasar dan sejauh ini sudah ada 3 korban meninggal dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang